Langsung ke konten utama

Situs Rondo Kuning

Terletak di dusun Kambangan, Ngimbang. Situs ini berupa arca yang disebut Rondo Kuning yang terletak didalam bangunan cungkup permanen. Arca tertanam setengah badan dan sekaligus dijadikan sebagai bagian nisan dari makam yang seluruh jiratnya diplaster dengan semen.

Makam tersebut dikenal pula dengan sebutan makam 'Mbah Buyut'. Arca dengan muka yang aus digambarkan bertangan empat, tangan kanan belakang memegang camara dan tangan kiri memegang aksamala, dua tangan di depan dalam sikap dhyana atau yoga mudra. Arca juga digambarkan memakai jatamakita, upawita, kelat bahu, dan kalung. Bagian belakang arca terdapat prabhamandala dan di belakang kepalanya terdapat sirascakra berbentuk oval (Nastiti, 2014 10-11). Arca tersebut memiliki ukuran : tinggi 20 cm, lebar 18 cm, dan tebal 30 cm. Dari atributnya, arca ini diperkirakan arca Siwa.

Diluar cungkup terdapat sebuah lumpang dari batu andesit diantara kumpulan bata-bata dan batu. Ukurannya : diameter 50 cm, tinggi 26 cm, diameter lubang 26 cm dan dalam 20 cm.

Menurut cerita masyarakat sekitar, mereka tidak mengetahui asal mula penyebutan rondo kuning, yang mereka tahu sejak dulu sudah berupa makam dan dikeramatkan. Namun biasanya warna kuning identik dengan warna kulit kuning yaitu berasal dari negari Campa. Mengingat arca siwa adalah atribut peribadatan masa hindu, maka kisah rondo kuning sendiri bisa diduga muncul pada era setelahnya.

Source : Team Laskar Airlangga





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Gedung AJBS (Bekas Pabrik Bir Ngagel)

Pada tahun 1929 dibentuk dan dibangun biro Hindia Belanda oleh sekelompok pengusaha berkebangsaan Belanda tetapi lebih banyak kelompok pengusaha dari Belgia dengan nama COBRA. Mereka menetapkan nama NEDERLANDSCH INDISCHE BIER BROWERIJ N V. Tahun 1931 produksi mulai berjalan dan dipasarkan. Tahun 1937 karena sesuatu hal internal, maka perusahaan ini pailit. Dengan pailitnya perusahaan datang jaringan bir belanda yaitu Heineken’s dan membeli pabrik ini. Heineken merubah nama perusahaan dengan “ HEINEKEN’S NEDERLANDSCH INDISCHE BIER BROUWERIJ MAATSCHAPIJ” yang memproduksi bir merk Heineken, Java Bier dan Java Bonker. Tahun 1942 selama kependudukan Jepang, pabrik bir di Surabaya dikuasai oleh Jepang dan namanya diubah ala Jepang yaitu “NIPPON BITJIU KAISAI” Dalam waktu singkat Jepang tidak memberikan perubahan pada produk bir karena konsentrasinya pada militer, awal 1944 ada rencana untuk memberikan sentuhan rasa sochu pada produk ini, akan tetapi belum sempat memberi sentuhan pada t...

JEMBATAN KOTA INTAN

Jembatan Kota Intan  adalah jembatan tertua di  Indonesia  yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah  Vereenigde Oostindische Compagnie  atau VOC, atau masyarakat kita lebih familiar dengan sebutan Kumpeni. Jembatan itu kini terletak di Kali Besar kawasan Kota Tua wilayah Jakarta Barat dan berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Jembatan Kota Intan telah berganti-ganti nama sesuai pergantian zaman. Pada mulanya jembatan ini disebut  Engelse Burg  atau "Jembatan Inggris" yang dibangun pada tahun 1628. Kenapa dinamakan Jembatan Inggris, karena pada saat jembatan itu dibangun terdapat kubu pasukan Inggris di sebelah Timur jembatan tersebut. Pada tahun 1628-1629 jembatan ini pernah rusak karena penyerangan pasukan Banten dan Mataram. Kemudian dibangun kembali oleh VOC Belanda pada tahun 1630 dan berganti nama menjadi "Jembatan Pasar Ayam" atau  Hoenderpasarburg , karena di seberang jembatan terseb...

Gedung di kawasan Willemsplein (Taman Jayengrono)

Tidak asing dengan situasi dalam foto ini? Koleksi foto diambil dari laman dewey.petra.ac.id dengan caption : Foto ini diambil pada tahun 1925-an. Karena gedung tersebut mempunyai menara seperti bentuk rokok cerutu, maka orang disekitarnya menamai gedung tersebut sebagai gedung cerutu. Fungsi dari gedung ini dulunya adalah kantor dan sekaligus digunakan untuk gudang. Gedung tersebut dibangun tahun 1916 oleh: N.V. Maatschappij Tot Exploitatie van Het Technish Bureau Gebroeders Knaud. Namun selain fokus poin pada gedung cerutu, kita bisa melihat hal lain dari foto tersebut. Pertama adalah keberadaan tram listrik yang dimulai pada 1923 yang melayani salah satunya lyn 1 Jembatan merah-Wonokromo. Dan yang kedua adalah gedung disebelah kanan foto. Bagi yang mengenal daerah tersebut maka akan mengingat betul bahwa disebelah kanan foto sekarang berdiri megah gedung Internatio. Lantas bangunan apa itu? Pada umumnya orang Belanda yang datang ke Surabaya pada abad ke 17 adalah orang k...